Ketika Sa’d bin Mu’adz radhiallahu anhu terluka, ia berdo’a agar Allah tidak mencabut nyawanya sampai ia dapat mengIslamkan bani Quraidzah, namun ajal datang menjemputnya, ia wafat ketika menjadi hakim pada Banu Quraidzah. Rasulullah Saw, abu Bakar dan Umar serta sahabat yang lain menjenguknya.
Aisyah berkata: Demi Allah yang Nyawaku ada di tanganNya, sungguh aku sangat mengetahui (dapat membedakan antara) tangisan Abu Bakar dari tangisan Umar.
Umar bin Syarhabil berkata: Sesungguhnya ketika Sa’d bin Mu’adz luka parah, Rasulullah Saw memeluknya, sehingga darah berlumuran diatas tubuh nabi Muhammad Saw, lalu datanglah Abu Bakar, kemudian berkata: dan hancurlah hatinya, Umar berkata: Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rajiuun.
Lalu Jibril alaihissalam datang, lalu menyampaikan kepada Rasulullah Saw bahwa pintu langit telah dibukakan untuk Sa’ad, lalu di siapkan singgasana untuknya.
Jabir bin Abdullah berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: Tergetar singgasana Allah atas kematian Sa’d bin mu’adz.
Dan di riwayatkan oleh Ibnu Umar radhiallaahu anhu bahwa Rasulullah Saw bersabda: Ini (wafatnya Sa’ad bin Mu’adz) yang menyebabkan begeraknya singgasana, dan dibukakannya pintu – pintu langit, dan turunnya tujuh puluh ribu malaikat pada saat wafatnya Sa’d bin Mu’adz.


